Menjaga Jarak adalah Caraku Menjaga Hubungan Harmonis dengan Keluarga

Sepeninggal ibunda 16 tahun yang lalu, kehidupanku berubah drastis. Aku yang belum siap kehilangan ibu sempat limbung. Aku terpuruk dalam duka yang berkepanjangan. Namun, melihat wajah adik-adikku, aku pun segera bangkit berjuang memberikan masa depan terbaik versiku untuk mereka.

Kerja keras tiada henti hingga lupa menata diri sendiri. Aku sibuk membiayai adik-adikku hingga lupa menyiapkan masa depanku sendiri. Saat kusadar semua sudah terlambat.

Apakah aku menyesal telah membiayai mereka? Sejujurnya tidak. Aku justru bahagia karena sudah menajalankan amanah ibu menagantarkan adik-adik hingga lulus SMA. Bahkan satu adikku sudah menjadi sarjana.

Semua kepahitan, kesedihan, dan kelelahan telah kulewati demi mereka. Ketika mereka lupa dengan jerih payahku aku hanya mampu diam. Aku sudah ikhlas dengan semua yang kukeluarkan baik materi maupun pikiran.

Kupilih menjaga jarak dengan mereka. Aku hanya pulang ketika mudik lebaran, itu pun hanya beberapa hari. Kupergunakan waktu yang sebentar untuk berbincang dengan adik-adikku.

Sepeninggal Ibu Tercinta

Hari biasa aku  hanya berbicara di grup keluarga ala kadarnya. Aku tipikal orang yang tidak suka basa basi. Kubiarkan semua berjalan apa adanya.

Menjaga jarak adalah pilihan yang tepat. Kebetulan aku dan adik-adik pisah kota. Masing masing dari kami berbeda daerah sehingga jarak pemisah secara fisik itu ada.

Kondisi itu jelas kusyukuri. Minimal aku tidak merecoki kehidupan rumah tangga adik-adikku. Aku juga bisa menjaga mata agar tidak silau dengan kesuksesan adik-adikku secara materi. Karena saat ini pun aku masih berjuang untuk kehidupan yang lebih layak versiku.

Menjaga jarak bukan berarti tidak sayang keluarga justru karena sayang keluarga dan ingin keluargaku baik-baik saja.

Aku bahkan tidak tahu kalau di rumahku ada masalah besar yang terjadi. Aku bersyukur tidak tahu dan tidak diberi tahu, seenggaknya aku tidak perlu marah karena hal itu.

Hubunganku dengan adik-adik tetap baik-baik saja. Tanpa konflik tanpa kebencian. Ya, menjalani kehidupan masing-masing dengan versi kebahagaiaan masing-masing

Hidup harus tetap berjalan. Hubungan baik dengan keluarga tetap kupertahankan sampai ajal menjemput.

Related Posts

Tips Saat Ingin Kredit Fortuner

Salah satu mobil yang saat ini tengah banyak diminati karena memiliki desain yang tampak begitu mewah, elegan dan premium serta keunggulan-keunggulan lain yang ditawarkan yaitu Toyota Fortuner….

Festival Olahraga Terbesar Digelar dalam UNIQLO FitFest 2022

Bagi pecinta olahraga mungkin saat ini semakin leluasa untuk melakoni olahraga favoritnya seiring dengan kebijakan pemerintah soal COVID-19. yang semakin longgar. Bahkan pemerintah DKI Jakarta telah memperbolehkan kembali digelarnya…

Seorang Kakek Bertemu Cinta Pertama Setelah 70 Tahun Mencari

Takdir cinta memang tidak ada yang bisa memprediksi, tidak pernah tahu kapan bertemu jodoh yang akan selalu mendampingi kita. Banyak proses yang harus dilalui sampai benar-benar bertemu dengan belahan…

Zodiak yang Dikenal Hobi Tidur, Bisa Tidur Sepanjang Hari

Setiap orang terlahir dengan karakter dan kepribadian masing-masing. Setiap orang juga terlahir dengan hobi dan kesukaan masing-masing. Ada orang-orang yang hobinya bergerak aktif setiap hari, melakukan banyak…

Bukti Dirimu Sebenarnya Punya Kepribadian Menarik

Merasa tidak percaya diri karena menganggap dirimu tak menarik? Padahal kepribadian yang menarik bisa muncul dengan sendirinya saat rasa percaya diri meningkat. Dengan menjadi diri sendiri apa adanya pun,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *